5 Jenis Gudang Penyimpanan Serta Kegunaannya untuk Bisnis Kamu

0
38

Berdasarkan karakteristik, gudang penyimpanan bahan baku adalah salah satu dari jenis jenis gudang yang bisa Sobat Shipper andalkan buat menyimpan bahan pasca produksi. Umumnya, jenis gudang tersebut terletak cukup dekat dari gudang produksi, sehingga Sobat Shipper bakal lebih mudah untuk memindahkannya. 

Bahan-bahan yang dikategorikan sebagai bahan baku pun harus memenuhi kriteria tertentu, lho. Kalau Sobat Shipper sedang mempelajari jenis gudang penyimpanan, mari kenalan dahulu dengan pengertian dan jenis bahan baku!

Pengertian bahan baku dalam logistik

Dalam dunia logistik, bahan baku merupakan bahan-bahan yang diolah atau diproduksi sesuai komposisi yang bakal membantu dalam pembuatan sebuah produk. Bahan yang ditaruh dalam salah satu jenis jenis gudang tersebut akan menjadi produk utuh kepada konsumen.

Dengan kata lain, bahan baku bisa Sobat Shipper sebut juga sebagai bahan mentah atau belum tersentuh proses apa pun. Oleh karena itu, bahan baku dikenal juga sebagai bahan utama dalam proses produksi dan bisa Sobat Shipper manfaatkan untuk menghasilkan produk yang sesuai rancangan. Lalu untuk penyimpanannya dibutuhkan jenis gudang penyimpanan terbaik yang harus Sobat Shipper sesuaikan dengan kriteria bahan baku tadi.

Baca juga: 7 Jenis Gudang Bisnis Sesuai Fungsinya, Mana yang Cocok Buatmu?

Jenis-jenis bahan baku yang sering disimpan di gudang

Mengenali bahan baku sangat membantu Sobat Shipper dalam menyusun laporan keuangan industri. Berdasarkan Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri (1985), bahan baku yang bisa Sobat Shipper simpan dalam jenis jenis gudang dibagi menjadi dua, antara lain:

1. Bahan baku langsung

Disebut juga sebagai direct material, bahan baku langsung atau bahan mentah berperan dalam memproduksi barang yang ingin Sobat Shipper produksi. Hal ini pula yang membuat harganya berbanding lurus dengan produk yang dihasilkan. Dengan kata lain, biaya produksi dengan hasilnya mempunyai hubungan yang erat.

2. Bahan baku tak langsung

Bahan baku tak langsung atau indirect material yang disimpan di gudang penyimpanan barang punya peran penting juga dalam menghasilkan barang tertentu. Bedanya, bahan tak langsung tak bisa Sobat Shipper lihat pada barang yang nantinya dihasilkan dari produk, entah karena sudah melebur atau disatukan dengan bahan-bahan lain yang berada di dalam jenis jenis gudang.

Kemudian berdasarkan segi industri, jenis bahan baku dibagi menjadi tiga, antara lain:

1. Industri ekstraktif

Pada industri ekstraktif, jenis bahan baku gudang ini bisa Sobat Shipper peroleh langsung dari alam. Contoh jenis industri yang masuk ke dalam industri ekstraktif adalah industri pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, serta pertambangan.

2. Industri non-ekstraktif

Pada jenis industri ini, bahan baku akan digunakan dalam pengolahan lebih lanjut yang sudah diolah pada industri-industri lain dan bahannya disimpan sementara di jenis jenis gudang tertentu. Beberapa contoh industri yang bisa Sobat Shipper mencakup industri pemintalan, kain, dan kayu lapis.

3. Industri fasilitatif

Sesuai namanya, bahan baku yang masuk ke jenis industri ini difungsikan untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan jasa seperti perbankan, ekspedisi, asuransi, perdagangan, serta transportasi untuk melancarkan aktivitas masyarakat luas.

Nah, kalau Sobat Shipper memerlukan gudang bahan baku dengan fasilitas memadai, Shipper bisa diandalkan untuk hal tersebut. Di sana, Sobat Shipper dalam mengelola bahan baku dengan baik dan mengantarkannya ke jenis jenis gudang lain untuk melancarkan proses produksi. Sobat Shipper yang penasaran sama layanan mereka bisa langsung kunjungi situs resminya di https://shipper.id/warehouse  untuk mengakses informasi lebih lengkap.

Baca juga: Mudah dan Praktis, Yuk Kenalan dengan Sistem Gudang Online!