Cara Memilih Ekspedisi yang Bisa COD Agar Bisnis Kamu Makin Lancar

0
42

Tren memilih ekspedisi yang bisa COD (Cash on Delivery) rupanya semakin digemari masyarakat Indonesia. Sejumlah e-commerce dan marketplace pun mulai menyediakannya demi meningkatkan kepuasan berbelanja para konsumen. 

Kendati sedang populer, kamu yang berniat memakainya untuk memulai usaha perlu mencermati beberapa alasan yang mendasari pemakaiannya beserta hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memakai layanan COD.

Mengapa konsumen tertarik dengan COD?

Popularitas COD tentu saja tak muncul tiba-tiba. Ada sejumlah faktor yang pada akhirnya menarik konsumen memakai layanan ini, antara lain:

1. Pembayaran secara langsung

Cash on Delivery adalah solusi yang disambut baik konsumen yang tidak punya rekening bank, kartu debit, maupun kartu kredit. Pihak ekspedisi yang bisa COD bakal mengantarkan barang yang mereka pesan untuk kemudian dibayar langsung di tempat. 

2. Konsumen bisa mengecek produk

Untuk mencegah risiko no refund, konsumen bakal memilih COD supaya mereka dapat memeriksa produk dulu. Kalau kondisi produk memenuhi ekspektasi, mereka akan melakukan pembayaran COD atau melakukan negosiasi untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Baca juga: Mengapa Logistik Butuh Layanan Kurir COD?

3. Ketersediaan kurir

Sekarang, pemilik toko dapat memerintahkan kurir dari pihak ekspedisi untuk menjalankan transaksi secara COD. Sebagai penjual, kamu bakal diuntungkan dengan layanan ini karena dapat lebih fokus mengelola pesanan konsumen.

Apa yang harus penjual ketahui sebelum menyediakan COD?

Setelah mempelajari alasan, kamu juga harus mengetahui hal-hal berikut sebelum menggunakan jasa dari ekspedisi yang bisa COD.

1. Ada pilihan pengembalian barang

Pengembalian barang adalah opsi yang wajib disediakan dalam COD. Karena barang belum dijual, konsumen berhak untuk menggantinya kalau mereka menemukan cacat atau ternyata produknya bukan yang dibutuhkan. Namun, kamu harus mengimbanginya dengan layanan yang baik supaya proses pembayaran COD berjalan lancar tanpa adanya pengembalian barang.

2. Risiko pengembalian dalam kondisi terburuk

Kemungkinan barang rusak akibat hal-hal tak terduga masih bisa terjadi, sehingga perlu diantisipasi sedini mungkin. Akan tetapi, peluang pengembalian dapat juga muncul dari konsumen yang mendadak tak membutuhkan barang dan membatalkan transaksi bersama ekspedisi yang bisa COD. Apa pun yang nanti kamu hadapi, jangan sampai menahan motivasimu buat mengembangkan usaha, ya.

3. Perhatikan alasan lain konsumen mengembalikan barang

Meski kemungkinan pengembalian barang dari COD lebih besar ketimbang metode pembayaran lain, bukan berarti cara ini jadi faktor penyebab yang harus kamu hindari. Selain sistem COD, masih ada beberapa pemicu yang tak boleh kamu abaikan. Misalnya kualitas barang yang memang kurang baik sejak di gudang atau adanya garansi yang disediakan produsen.

4. Peluang penerimaan COD oleh perusahaan logistik

Meningkatnya geliat pasar terhadap metode pembayaran baru membuat sejumlah perusahaan kian terbuka untuk menyediakan ekspedisi yang bisa COD. Kabar ini tentu jadi berita bagus buat kamu yang sudah lama mengincarnya. Meski begitu, kamu perlu mempelajari kebijakan yang diberlakukan supaya konsumen puas saat memilih COD untuk bertransaksi.

Sudah mantap menambahkan COD dalam sistem pembayaranmu? Shipper dalam hal ini siap jadi partner yang tepat untuk menghadirkan layanan ekspedisi yang bisa COD. Jangkauan pengiriman ke sejumlah kota di Indonesia dan ongkos kirim terjangkau bisa dipastikan dapat menjaga kepuasan konsumen berkat transaksi yang profesional.

Untuk mengetahui lebih banyak seputar opsi COD dan layanan lain yang disediakan Shipper, kamu cukup akses situs resmi mereka di https://shipper.id. Selamat berbisnis, ya! 

Baca juga: Keuntungan Belanja Toko Online yang Bisa COD