4 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Belanja di Thrift Shop

0
313

Naksir pakaian bagus, tetapi terkendala di harga? Thrift shop adalah solusi yang bisa Sobat Shipper andalkan untuk mendapatkan pakaian dengan harga terjangkau. Jangan cemaskan kualitasnya, sebab thrift shop yang dikelola dengan baik selalu menjual produk-produk yang masih layak dikenakan.

Meski cukup populer, thrift shop ternyata masih sering disamakan dengan preloved karena berkaitan dengan pakaian bekas. Nah, mari kita kenali perbedaan thrift shop dengan preloved sebelum membeli!

Apa yang membedakan thrift shop dengan preloved?

Dari segi etimologi, thrift dalam bahasa Inggris dapat diartikan sebagai penghematan. Pemakaian kata tersebut semakin populer saat disematkan pada kegiatan transaksi yang berhubungan dengan barang-barang yang sudah pernah dikenakan. Thrift shop adalah tempat yang pantas dikunjungi karena barang tersebut dibanderol dengan harga lebih murah.

Bagaimana dengan preloved? Istilah ini biasanya ditujukan ke pakaian-pakaian koleksi pribadi yang sudah tidak digunakan pemiliknya. Sementara sebagian besar pakaian thrift shop datang dari luar negeri alias impor. Selain itu, kadang beberapa pakaian belum sempat dikenakan, hanya saja sudah tak termasuk produk baru atau layak masuk garage sale.

Kalau Sobat Shipper simpulkan, thrift shop dikhususkan untuk pakaian-pakaian bekas impor yang, sedangkan preloved punya koleksi pribadi. Bahkan bisa saja pakaian preloved dijual dengan harga lebih tinggi karena stoknya langka atau memiliki nilai historis tinggi.

Bagaimana cara mendapatkan pakaian bagus di thrift shop?

Thrift shop adalah tujuan menyenangkan kalau pakaian yang Sobat Shipper incar memang diproduksi merek luar negeri. Akan tetapi, Sobat Shipper harus cermat memilihnya agar mendapatkan pakaian yang bagus dengan langkah-langkah berikut:

1. Cek warna pakaian

Salah satu tips belanja di thrift shop yang bakal menyelamatkan bujet Sobat Shipper adalah mengecek warna pakaian. Pakaian bekas yang kondisinya layak pakai masih memiliki warna bagus dan tak kusam. Terutama kalau pakaian disimpan dengan baik.

Baca juga: 6 Tips yang Bisa Kamu Lakukan Agar Jualan Pakaian Preloved Cepat Laris

2. Periksa keberadaan noda

Tak ada masalah dengan warna? Teruskan dengan memeriksa keberadaan noda atau bercak. Thrift shop adalah tempat yang kadang mengurangi kualitas pakaian saat pengawasannya tak memadai. Cek bagian leher, ketiak, dan area bawah ketiak yang rawan bernoda.

3. Lihat kondisi jahitan pakaian

Jahitan bisa kendur hingga lepas saat pakaian terlalu lama dikenakan atau tidak diimbangi perawatan memadai. Untuk itu, Sobat Shipper harus memeriksa jahitan saat mencari pakaian di thrift shop kalau tak mau rugi. Kalau ada bagian yang bisa diperbaiki, jahit segera supaya usianya bertambah panjang.

4. Jangan abaikan kebersihan 

Berbeda dari pakaian-pakaian yang dijumpai di butik, kebanyakan pakaian yang dijual di thrift shop biasanya belum dicuci atau hanya disetrika. Jadi begitu mendapatkan pakaian yang diinginkan, Sobat Shipper cuci bersih dulu supaya tak gatal-gatal.

Bukan hanya buat konsumen, bagi pelaku usaha thrift shop adalah peluang potensial yang mereka jadikan sebagai sumber mata pencaharian. Sobat Shipper yang berminat buka thrift shop sendiri setelah sering belanja di sana pun harus memperhatikan macam-macam aspek. Dari supplier pakaian, lokasi, hingga gudang untuk menyimpan stok barang.

Nah, Shipper dalam hal ini bisa Sobat Shipper andalkan buat mengatur pakaian-pakaian thrift shop. Dengan kondisi dan fasilitas gudang yang baik, pasokan pakaian tersebut dijamin tak akan cepat rusak. Biaya sewanya juga bersahabat buat yang mulai berusaha. Kunjungi https://shipper.id/warehouse kalau Sobat Shipper pengin mengakses informasi lebih lengkap.

Baca juga: 4 Tips yang Bisa Kamu Lakukan Agar Bisnis Fashion e-commerce Indonesia Kamu Sukses