5 Strategi Mengelola Iklan Digital Agar Jualan Laris dan Tidak Rugi

0
148
iklan digital

Daftar Isi
1. Cara Menentukan Produk Paling Laris
2. Cara Membuat Deskripsi Produk yang Menarik
3. Trik Jitu Menentukan Harga Jual agar Menang saat Perang Harga 
4. Tips Membuat diskon/ Promo yang Efektif 
5. Teknik Closing Ampuh untuk Jualan
6. Tips Membuat Konsumen Repeat Order
7. Mengelola Iklan Agar Jualan Laris dan Tidak Rugi
8. Tips Menggunakan Influencer sebagai Media Pemasaran
9. Seberapa Ampuh Affiliate Marketing untuk Bisnis
10. Strategi  Mengelola Database untuk UMKM

Iklan digital merupakan bagian dari strategi digital marketing yang efektif karena para pengiklan bisa melakukan segmentasi target audiens secara spesifik dan jangkauan yang luas. Sehingga, iklan bisa diterima oleh audiens yang tepat sasaran dan budget iklan bisa diatur secara lebih efisien. Sobat Shipper sebagai pengusaha online perlu tahu cara mengelola iklan khususnya iklan online. Strategi yang tepat dalam mengelola iklan dapat membuat jualan makin laris dan mengurangi risiko kerugian. Simak tipsnya berikut ini, ya! 

1. Memahami Tujuan Iklan 

Sobat Shipper perlu memahami tujuan campaign iklan dibuat sebelum menjalankan iklan. Iklan secara garis besar memang bertujuan untuk promosi. Namun, jika diuraikan lebih spesifik iklan digital punya beberapa tujuan. 

Tujuan iklan digital atau iklan online di antaranya: 

  • Memberi informasi kepada audiens tentang macam-macam produk yang telah ada dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan mendorong mereka untuk melakukan pembelian. 
  • Mengenalkan produk baru kepada pelanggan agar mendapat respon yang baik di pasaran. 
  • Meningkatkan brand awareness atau kesadaran merek, sehingga brand atau toko online kamu dikenal masyarakat luas.
  • Memperluas jangkauan target pelanggan sebab iklan online dapat menjangkau audiens dari mana saja dengan lebih mudah. 
  • Meningkatkan penjualan produk kepada calon konsumen baru maupun konsumen lama untuk melakukan repeat order. 
  • Menekan biaya iklan lebih efisien karena iklan online relatif lebih murah daripada iklan konvensional dengan efektivitas lebih tinggi. 

2. Mengetahui Target Konsumen yang Dituju

Iklan online berbeda dengan iklan offline. Sobat Shipper perlu tahu siapa audiens yang ditargetkan untuk menerima iklan tersebut. Kamu bisa melakukan segmentasi pelanggan yang cocok dengan informasi dalam iklan digital tersebut. 

Contoh, jenis targeting Facebook Ads berdasarkan audiens ada 3 yaitu: 

a. Core Audience

Core audiens adalah targeting audiens untuk iklan meliputi data-data pribadi yang bisa dianalisis oleh Facebook. Seperti usia, jenis kelamin, lokasi spesifik, interest, behavior dan engagement

b. Custom Audience

Custom audience yaitu memilih target audiens berdasarkan pengguna facebook yang menunjukkan minat kepada brand atau toko online kamu tapi belum ada aktivitas transaksi. Data yang digunakan meliputi kontak dari database yang dimiliki pengiklan, pengunjung website atau pengguna aplikasi. 

c. Lookalike Audience

Lookalike audience berarti Facebook akan mencarikan kamu target audiens yang belum tahu banyak tentang brand atau toko online kamu. 

Secara garis besar targeting audiens dalam iklan online di media lain juga kurang lebih seperti itu. Target konsumen potensial diatur berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi dan minat mereka. Target konsumen juga akan mempengaruhi konsep campaign, teknik copywriting, desain konten dalam membuat iklan digital. Copywriting adalah cara menulis konten marketing agar bisa menarik perhatian audiens.

Baca Juga : Apa Itu Facebook Ads? Ini Dia Jenis-Jenis Iklannya yang Perlu Kamu Ketahui

3. Membuat Campaign Iklan yang Relevan dan Menarik

Campaign iklan harus sesuai dengan tujuan dan target audiens. Sobat Shipper perlu tahu beberapa tips yang diperlukan untuk membuat iklan yang relevan dan menarik. 

  • Kombinasikan konten dengan teks, gambar, warna, video atau animasi agar menarik. 
  • Gunakan teknik copywriting yang bisa mengajak atau mendorong audiens supaya ingin mencari tahu lebih dalam tentang info brand atau produk yang diiklankan
  • Beri info keunggulan produk, harga, diskon atau penawaran promo terbatas untuk menarik minat pelanggan.
  • Berikan link ke landing page dengan teks iklan yang persuasif seperti “segera hubungi kami!”, “penawaran terbatas!” dan sebagainya. 

4. Menentukan Media Digital yang Paling Tepat 

Memilih media digital yang paling tepat bisa berdasarkan budget promosi, target audiens dan konten iklan. Untuk memudahkan Sobat Shipper memilih media iklan digital yang tepat, mari kita bahas beberapa media digital yang menyediakan fitur iklan. 

a. Facebook Ads

Facebook Ads adalah fitur iklan digital yang disediakan oleh Facebook. Pengiklan bisa membuat konsep iklan, menjalankan iklan hinga menganalisis performa iklan menggunakan Facebook Ads Manager. Beberapa jenis iklan digital yang Facebook sediakan yaitu iklan video, iklan foto, iklan multi produk, retargeting, boosted post, local ads dan lain-lain. 

b. Instagram Ads

Instagram Ads adalah platform iklan online dari Instagram untuk menarik audiens berdasarkan segmentasi tertentu. Jenis iklan instagram yang bisa Sobat Shipper pilih yaitu iklan newsfeed, iklan story, iklan boosted post, iklan carousel, iklan explore dan lain-lain.  

c. Google Ads

Google Ads adalah iklan digital yang paling populer di dunia internet. Google Ads bisa menjangkau jaringan audiens sangat luas berdasarkan kata kunci yang ditentukan. Beberapa jenis iklan Google Ads yaitu Google Search Network, Google Display Network, Google Shopping Ads, Google Video dan Google Play.

5. Menggunakan Tools Analytics untuk Mengevaluasi Kinerja Iklan

Kegiatan promosi tidak hanya sebatas membuat dan menjalankan iklan. Sobat Shipper perlu melakukan kegiatan analisis selama iklan berlangsung untuk mengetahui performa iklan dan tingkat efektivitasnya. Hal ini penting untuk mengetahui campaign iklan yang sudah efektif atau belum. Selain itu, kegiatan analisis juga berfungsi untuk meningkatkan performa bisnis.  

Kamu perlu tools analytics untuk membantu menganalisis performa dan kinerja campaign iklan yang dibuat juga menganalisis kegiatan marketing yang dilakukan di media digital. Macam-macam tools analytics digital marketing yaitu: 

a. Facebook Ads Manager

Facebook ads manager memberikan informasi laporan iklan secara real time sehingga lebih mudah memantau performa dan kinerja iklan online yang berjalan.

b. Instagram Insight

Fitur Instagram insight tersedia dalam akun Instagram bisnis. Kamu bisa menganalisis data demografi followers, membandingkan kinerja konten dan performa campaign menggunakan Instagram insight

c. Google Analytics

Google analytics memberikan data dan statistik pengunjung web atau aplikasi mobile berupa grafik untuk mempermudah proses analisis performa dan kinerjanya. Google analytics terintegrasi dengan google ads dan Google adsense sehingga memudahkan untuk menganalisa iklan digital dari Google.  

Sobat Shipper itulah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola iklan digital, mulai dari rencana pembuatan iklan, menjalankan iklan hingga evaluasi kinerja dan performa iklan. Perkembangan bisnis online memang perlu ditunjang dengan promosi dan iklan. Selain itu, pelayanan pelanggan terkait proses pengiriman barang ke konsumen juga tak kalah penting. 

Pilihlah layanan pengiriman profesional Shipper untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Shipper menyediakan sistem terintegrasi web dan aplikasi yang memudahkan dalam melakukan pelacakan paket. Jadi, proses pengiriman paket lebih aman dan nyaman. Cari tahu lebih banyak tentang keunggulan layanan Shipper, dengan kunjungi websitenya di shipper.id