5 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Proses Inbound Gudang

0
637
inbound gudang

Istilah yang sangat familiar di dunia logistik adalah inbound dan outbound. Kedua aktivitas ini merupakan aktivitas yang sudah pasti dilakukan di dalam gudang. Namun, apakah Sobat Shipper sudah memahaminya? Pada artikel ini, Shipper akan menjelaskan apa itu inbound – outbound.

Inbound adalah sebuah proses memasukkan barang ke dalam gudang. Secara garis besar, inbound meliputi penerimaan produk, pengecekkan kondisi dan kualitas produk, mendata stok produk dan mengirim laporan ke klien. Sedangkan outbound adalah kebalikannya, yaitu proses mengeluarkan barang dari dalam gudang. Proses ini berfokus pada pengiriman produk ke pelanggan. Berikut adalah hal yang harus diperhatikan dalam melakukan proses inbound.

1. Kenali Jenis Barang

Operator harus mengetahui jenis barang yang akan masuk ke dalam gudang. Hal ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan dalam penanganan barang. Pasalnya ada barang yang bernilai tinggi dan perlu kehati-hatian ekstra, sedangkan ada yang biasa-biasa saja sehingga tidak memerlukan penanganan khusus. Mengetahui dengan pasti jenis dan nilai barang yang akan dimasukkan akan mengurangi risiko kerusakan yang mungkin saja terjadi bila barang terbentur dengan barang lain.

2. Waktu Pengiriman Barang

Selain mengetahui jenis barang, operator juga harus mengetahui kapan barang akan dikirimkan sehingga memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan gudang. Begitu barang tiba, operator bisa langsung menjalankan proses inbound. Hal ini bisa mencegah kejadian yang tidak diinginkan seperti gudang yang belum dikondisikan untuk menyimpan barang serta keterlambatan jadwal.

3. Menentukan Lokasi Penyimpanan Barang

Proses ini masuk ke dalam persiapan gudang. Sebelum barang datang, operator harus menentukan lokasi yang tepat untuk menyimpan barang sesuai dengan besarnya barang dan luas area yang dibutuhkan.

4. Tujuan Barang Tersebut Disimpan

Setiap klien yang menyewa gudang pasti memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam menyimpan barangnya. Ada yang menyewa tidak memiliki gudang sendiri dan butuh tempat penyimpanan. Ada yang

membutuhkan gudang sebagai tempat cross docking. Tujuan ini menentukan bagaimana barang harus disusun dalam gudang. Misal pada barang yang akan langsung dikirim lagi kepada customer, maka barang disimpan di dalam gudang dengan menggunakan metode fi-fo atau first in, first out (masuk pertama, keluar pertama). Pengaturan ini akan memudahkan operator gudang untuk mengatur pergerakan barang dan mempercepat proses inbound.

5. Proses Inbound

Hal pertama yang harus dilakukan saat proses inbound adalah mengecek kondisi barang sebelum diturunkan ke gudang. Lakukan pengecekan visual dengan mengambil foto kondisi barang. Setelah itu, barang baru boleh diturunkan dan lakukan proses pendataan barang by system dan by tally sheet (catatan penghitungan jumlah/banyaknya muatan yang diterima atau muatan yang dibongkar). Jika ada problem di barang seperti ketidaksesuaian barang (jenis dan kuantiti) atau kerusakan barang, catat dan foto kondisi tersebut untuk dilaporkan di Berita Acara.

Akhir proses dengan tanda tangan order receipt dan surat jalan mover untuk menyatakan barang sudah diterima. Buat berita acara kelengkapan/ketidaklengkapan barang yang disertai dokumentasi dokumen inbound. Informasikan kepada klien bahwa barang sudah diterima dengan informasi kondisi barang. Lengkapi Informasi tersebut dengan menyertakan dokumen pendukung, seperti salinan order receipt, salinan surat jalan, salinan berita acara, dan foto kondisi barang pada saat sebelum inbound dan atau kondisi barang yang mengalami masalah.

Bila Sobat Shipper menyewa gudang dari kami, tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal di atas. Tim kami yang profesional sangat unggul dalam melayani berbagai proses logistik mulai dari inbound, manajemen stok, pengemasan, outbound, dan pemantauan stok. Temukan gudang dan paket yang Sobat Shipper butuhkan di shipper.id/warehouse

Baca Juga : 5 Keuntungan dari Sewa Gudang Online Shop