4 Aset Bisnis Online dan Cara Membangunnya

0
405

Membangun aset bisnis online tak kalah penting dari aset bisnis konvensional. Membangun aset adalah salah satu cara untuk mengembangkan bisnis yang kamu geluti. Lebih jauh, membangun aset berfungsi untuk mendatangkan keuntungan berlipat dalam jangka panjang. 

Meski begitu, membangun aset bisnis online bukan hal mudah. Bahkan, tidak sedikit pelaku bisnis yang mengalami penurunan karena keliru dalam membangun aset. Selama ini kamu pasti sering mendengar istilah aset tidak lancar dan aset lancar dalam perusahaan, bukan? Nah, untuk ranah digital, aset yang mesti dibangun berbeda dari kedua jenis tersebut. 

Lantas, apa saja yang termasuk ke dalam aset bisnis online? Yuk, simak ulasannya berikut ini. 

Baca juga: 5 Strategi Ampuh untuk Menghemat Biaya Produksi Bagi Para UMKM

Apa yang Dimaksud dengan Aset?

Apa sih yang disebut dengan aset? Aset adalah segala sesuatu yang dapat menghasilkan uang. Dalam bisnis konvensional, aset bisa berwujud bangunan, tanah, mesin, dan lain sebagainya. Sedangkan dalam bisnis online, aset sering kali tidak berwujud. 

Maksudnya tidak berwujud adalah aset yang kamu miliki nggak bisa langsung dijual dan mendatangkan uang. Meski begitu, jika dioptimalkan secara benar, aset bisnis online dapat mendatangkan keuntungan dalam jumlah banyak dan jangka waktu panjang. Dengan kata lain, selain membangu aset, manajemen aset adalah aspek penting yang perlu kamu perhatikan. 

Macam-macam Aset dalam Bisnis Online 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa aset adalah yang bisa menghasilkan uang. Dalam bisnis online, ada empat hal yang termasuk ke dalam aset, yakni audience, leads, buyer, dan customer. 

1. Audience 

Yang disebut dengan audience adalah orang yang tertarik dengan penawaran atau konten yang kamu buat. Termasuk mereka yang memfollow, klik, like, dan subscribe channel kamu. Setiap pelaku bisnis online pasti memiliki aset berupa audience. 

Akan tetapi, membangun aset bisnis online tak bisa berhenti sampai di sini saja. Meskipun sudah punya banyak followers,  kamu butuh manajemen aset yang tepat. Manajemen aset dibutuhkan karena jumlah audience yang kamu jangkau nggak menjamin tingkat penjualan. Dengan kata lain, walaupun kamu punya banyak followers, belum tentu semuanya membeli produkmu. 

2. Leads 

Leads merupakan audience yang tertarik dengan penawaran kamu. Ketertarikan audience bisa banyak bentuknya, seperti memberikan data pribadi seperti alamat email dan nomor HP. Pada tahap ini, membangun aset adalah hal utama yang harus digenjot agar leads bisa berubah menjadi buyer. Jika aset sudah berubah menjadi buyer, maka tingkat penjualannya pun akan meningkat. 

3. Buyer 

Aset leads yang dirawat dengan baik akan berubah menjadi buyer atau pembeli. Yang termasuk ke dalam aset ini adalah audience yang melakukan pelunasan pembayaran. Mengubah aset menjadi buyer bukanlah hal mudah karena di zaman sekarang ada banyak kompetitor yang harus kamu hadapi. Oleh sebab itu, pastikan kamu menerapkan strategi dan pelayanan yang bagus agar audiens bisa menjadi pembeli. 

4. Customer 

Aset terakhir dalam bisnis online adalah customer. Lalu, apa bedanya dengan buyer? Customer adalah pembeli yang telah melakukan transaksi lebih dari satu kali. Dibanding dengan lainnya, customer merupakan aset paling penting dalam bisnis. 

Ketika kamu sudah memiliki customer, maka mereka akan melakukan pembelian secara continue. Jika kamu merawat aset ini dengan baik, customer akan menjadi loyal dan dengan sendirinya memberikan informasi terkait produk amu. 

Mengingat aset adalah hal penting yang harus dikelola, maka kamu juga harus meningkatkan pelayanan. Salah satunya dengan pengelolaan stok gudang untuk memastikan kualitas produk yang dikirim ke konsumen. Bicara soal gudang, kamu bisa menggunakan layanan Gudang Shipper dengan mengunjungi https://shipper.id. Layanan ini bisa menghemat anggaran kamu, lho. 


Baca juga: Tips Mengoptimalkan Pengiriman E-commerce & Marketplace dengan Jasa Fulfillment Indonesia!