4 Poin Penting yang Harus Sobat Shipper Pelajari Sebelum Ekspor Barang

0
170
jasa kurir internasional

Bisa mengembangkan bisnis sampai ke luar negeri pastinya membuat keuntungan Sobat Shipper bertambah berkali lipat. Brand atau merek yang tiba di negara-negara tersebut secara tak langsung akan mengharumkan nama Indonesia. Mewujudkan impian ini pun bukan hal mustahil selama Sobat Shipper tahu strateginya, termasuk dalam urusan pengiriman dengan jasa kurir internasional.

Mengirim barang ke luar negeri yang dikenal sebagai kegiatan ekspor mempunyai aturan yang lebih kompleks dibandingkan pengiriman domestik. Jadi, sebelum memakai jasa kirim barang internasional, ada baiknya Sobat Shipper perhatikan poin-poin berikut.

1. Cari dan pahami strategi kirim barang ke luar negeri

Bukan cuma pemasaran, ekspor barang menggunakan jasa kurir internasional memerlukan strategi khusus juga. Sebagai contoh, Sobat Shipper yang mau ekspor barang ke negara-negara tetangga bisa memulai dengan riset permintaan terbanyak. Kemudian, dampingi data dengan menganalisis tingkat kunjungan tertinggi laman online shop atau e-commerce yang dikelola.

Tips kirim barang ke luar negeri ini membantu Sobat Shipper menemukan negara tujuan yang perlu diprioritaskan. Terutama kalau hal ini jadi pengalaman pertamamu. Jangan lupa tambahkan nilai pada barang  Sobat Shipper supaya bisa bersaing dengan kompetitor.

2. Pelajari aturan kirim barang yang diberlakukan negara tujuan

Beda negara, beda juga aturannya. Terutama kalau Sobat Shipper melakukan ekspor lintas benua. Mempelajari aturan pengiriman barang di negara tujuan akan membantumu menemukan jasa kurir internasional yang menyediakan jasanya. Sobat Shipper juga bakal terhindar dari risiko seperti biaya pajak yang mahal atau barang tertahan saat transit.

Baca juga: Faktor yang Pengaruhi Kirim Paket Murah ke Luar Negeri

Informasi terkait aturan ekspor barang bisa ditemukan dengan mudah di website resmi. Konsultasi dengan ahli juga memudahkan Sobat Shipper mengurus cara pengiriman barang internasional dan tentunya biaya kirim yang dikenakan.

3. Perhitungkan proses sebelum mengirimkan barang

Mahalnya biaya pengiriman memang tak bisa dihindari, tetapi bukan berarti Sobat Shipper tak bisa mendapatkan tarif yang terjangkau. Dalam hal ini, Sobat Shipper harus menghitung biaya operasional yang dikeluarkan selain untuk pokok barang. Di antaranya biaya pengemasan, pengiriman dengan jasa kurir internasional, penanganan barang, dan pajak yang dikenakan.

Kumpulkan informasi dari sumber-sumber valid seputar biaya kirim dan tambahan sebelum Sobat Shipper memulai pengemasan. Satu lagi, tetap bersikap jujur selama transaksi, karena kecurangan sedikit saja bakal menyeret Sobat Shipper ke ranah hukum.

4. Kenali barang yang akan dikirimkan ke luar negeri

Sama seperti berjualan di dalam negeri, barang yang akan Sobat Shipper kirim dengan layanan ekspedisi internasional juga harus diminati target pasar di sana. Untuk itu, lakukan riset mendalam terkait pasar dan kebutuhan yang masih memerlukan solusi. Update berkala pun membantu Sobat Shipper untuk mengganti atau menambahkan jenis barang.

Kemudian, kenali risiko yang dihadapi barang tersebut saat menempuh perjalanan. Untuk bahan baku makanan, misalnya, harus dikemas dalam storage khusus supaya tak membusuk. Cek juga apakah jasa kurir internasional yang menanganinya bersedia mengantarkan barang tersebut.

Syukurnya, Sobat Shipper tak bakal kesulitan menemukan penyedia layanan pengiriman ke luar negeri. Shipper adalah salah satu perusahaan yang sudah berpengalaman dalam kegiatan ekspor maupun impor. Dengan tarif shipping yang bersahabat, barang-barang yang Shipper antarkan ke negara tujuan dijamin sampai tanpa cela.
Sebelum memakai jasa Shipper, Sobat Shipper bisa cek profil dan ketentuan yang mereka tetapkan dengan membuka https://shipper.id. Selamat mengembangkan bisnismu, ya!