Ikuti 4 Langkah Forecasting Ini untuk Membantumu Menyediakan Stok Barang

0
32

Dalam mengelola stok barang di gudang online shop, Sobat Shipper bakal berkenalan dengan macam-macam metode. Salah satunya forecasting yang bertujuan buat mengantisipasi kehabisan barang. Kalau Sobat Shipper sudah lihai mengaplikasikan forecasting, stok barang di gudang dijamin bakal terus ada walau permintaan konsumen sedang tinggi.

Forecasting bukan hanya bermanfaat buat mengatur ketersediaan barang, sehingga Sobat Shipper tak bakal sia-sia mempelajarinya. Lantas apa saja yang sebaiknya Sobat Shipper ketahui dari forecasting untuk pengelolaan gudang online shop?

Jenis forecasting untuk stok barang gudang

Forecasting yang baik bisa membantu Sobat Shipper untuk memudahkan pengadaan barang secara efisien di gudang online shop. Ada tiga jenis metode dengan masing-masing ciri khas yang wajib Sobat Shipper ketahui, antara lain:

1. Asumsi

Untuk merancang perkiraan stok barang menggunakan asumsi, Sobat Shipper bisa mempraktikannya berdasarkan empat faktor. Di antaranya Reorder point (ROP), Stock level (SL), Economic Order Quantity (EOQ), serta Safety Stock (SS). Dengan empat faktor ini, Sobat Shipper bisa menprediksi tingkat kebutuhan bisnis terhadap sesuatu, termasuk stok barang gudang online shop.

2. Data historis

Sebagai elemen terpenting dalam menunjang operasional bisnis dan perusahaan, data bisa Sobat Shipper gunakan buat mengecek jumlah pesanan dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, Sobat Shipper bisa memakai data-data tadi untuk bahan perbandingan dengan tingkat kebutuhan gudang online shop: apakah gudang membutuhkannya dalam jumlah banyak atau tidak.

3. Permintaan langsung

Divisi biasanya bakal membuat permintaan barang kalau mereka membutuhkan bahan baku sesuai kebutuhan. Akan tetapi, Sobat Shipper yang mengatur persediaan harus tetap melihatnya berdasarkan historis data. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan kondisi keuangan serta tingkat permintaan terhadap stok barang gudang bisnis tersebut.

Baca juga: 6 Cara Mudah Menata Stok Barang Agar Warehouse Fulfillment Tetap Rapi

Begitu selesai membuat perkiraan, Sobat Shipper perlu melakukan evaluasi buat memantai kuantitas barang yang bakal dibeli untuk menjaga kelancaran bisnis atau perusahaan.

Langkah-langkah merancang forecasting untuk stok barang

Setelah memahami jenis forecasting untuk gudang online shop, sekarang mari kita teruskan dengan mempelajari langkah-langkah pembuatannya lewat langkah-langkah di bawah ini:

1. Tentukan tujuan forecasting

Untuk menetapkan tujuan, Sobat Shipper harus mengenal betul kebutuhan bisnis atau perusahaan. Sebagai contoh, untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat, perusahaan biasanya akan mengajukan restock atau pembelian bahan baku.

2. Buat rencana sesuai jangka waktu tertentu

Membuat rencana dalam jangka waktu tertentu bakal membantu Sobat Shipper mendapatkan forecasting memadai untuk manajemen gudang online shop. Sifat rencana bisa berjangka pendek, menengah, atau panjang yang disusun dengan strategi matang.

3. Aplikasikan jenis teknik forecasting

Seperti yang disebutkan, Sobat Shipper dapat memilih jenis teknik forecasting yang dibutuhkan, entah asumsi, data historis, atau permintaan langsung. Sobat Shipper tinggal disesuaikan dengan bisnis atau perusahaan supaya stok barang tetap terjaga di gudang online shop.

4. Kumpulkan dan analisis data yang tersedia

Langkah terakhir yang dilakukan adalah mengumpulkan serta menganalisis data-data yang ada. Kemudian, Sobat Shipper bandingkan dengan kebutuhan bisnis untuk memutuskan pembelian bahan baku atau produk dalam stok barang.

Untuk melancarkan forecasting, Sobat Shipper sebaiknya menyimpan stok barang di warehouse tepercaya seperti yang disediakan Shipper. Gudang online shop yang mereka tawarkan bukan cuma memiliki layanan terlengkap, tetapi juga tersebar di berbagai kota. Kalau tak percaya, Sobat Shipper tinggal akses saja https://shipper.id/warehouse buat mengecek kredibilitas mereka.

Baca juga: 5 Tips Foto Produk untuk Online Shop Agar Semakin Menarik Pembeli