11 Langkah Cara Packing Barang Kaca Mudah Pecah

0
2703
packing barang pecah

Cara packing bisa berpengaruh pada keamanan barang-barang yang dikirim melalui ekspedisi. Khususnya pengemasan dan pengiriman barang berbahan kaca atau mudah pecah, harus dilakukan dengan seksama dan hati-hati. 

Sekilas sepertinya mengemas barang mudah pecah terlihat rumit dan penuh risiko. Tetapi jika tahu triknya, maka cara packing barang mudah pecah tidaklah menyulitkan. Bahkan dapat menghilangkan rasa khawatir saat packing ekspedisi untuk barang berbahan kaca. 

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak tips packing barang berbahan kaca yang mudah dan aman. 

1. Siapkan Perlengkapan Packing

Cara packing barang mudah pecah dimulai dengan mempersiapkan perlengkapan yang akan digunakan. Penting sekali untuk menggunakan pelapis dan pengganjal produk di dalam paket. Maka tidak ada salahnya jika kamu mempersiapkan perlengkapan tersebut sebanyak-banyaknya.

Beberapa perlengkapan yang dapat disiapkan untuk packing barang mudah pecah adalah:

  • Pelapis produk berupa kain atau lembaran kertas
  • Pelapis pencegah benturan berupa bubble wrap
  • Bantalan atau pengganjal ruang kosong bisa menggunakan stereofoam, kertas serut, gumpalan kertas, potongan karton dan lain sebagainya.
  • Box kardus
  • Kertas pembungkus
  • Lakban
  • Gunting
  • Packing kayu

Pastikan jumlah dan ukuran perlengkapan sesuai dengan yang diperlukan agar tidak ada kendala pada saat packing. Box kardus yang terlalu kecil akan sangat riskan jika digunakan untuk packing ekspedisi. Apalagi untuk barang berbahan kaca yang mudah pecah. Tetapi ukurannya yang terlalu besar dapat meningkatkan risiko goncangan.

2. Lapisi Produk Dengan Kain Atau Kertas

Hal pertama yang harus dilakukan dalam cara packing barang berbahan kaca adalah melapisi permukaan produk dengan kain atau kertas. Tutupi semua permukaan kaca jangan sampai ada yang terbuka atau bisa berbenturan dengan benda lainnya.

Cara packing botol kaca mungkin sedikit rumit karena bentuknya yang unik. Pastikan tidak ada bagian yang longgar dan bahan pelapis tidak mudah lepas. Sobat Shipper bisa mengunakan karet atau lakban untuk menjaga pelapis tetap di tempatnya.

3. Lapisi Barang Dengan Bubble Wrap

Setelah dilapisi dengan kertas atau kain, cara packing botol kaca selanjutnya adalah menambahkan lapisan pelindung berupa bubble wrap. Lapisan pelindung dengan bubble wrap bisa dibuat sebanyak dua atau tiga lapis. 

Ini berfungsi untuk meredam benturan dan tekanan pada produk Sobat Shipper yang mudah pecah. Sebaiknya jangan menggunakan selotip berlebihan untuk menahan bubble wrap, karena dapat menurunkan efektivitasnya untuk memproteksi produk.

4. Bungkus Setiap Produk Secara Terpisah

Apabila Sobat Shipper bermaksud mengirim beberapa produk pecah belah sekaligus, maka cara packing barang mudah pecah adalah dengan memberi lapisan pelindung kertas dan bubble wrap masing-masing. Setelah setiap produk terlindungi dengan baik, rekatkan produk dengan menggunakan selotip atau lakban. Setelah itu, produk berbahan kaca tersebut bisa dikemas bersama-sama ke dalam box kardus.

5. Gunakan Kemasan Bawaan Produk Dalam Pengemasan

Jika produk berbahan kaca sudah memiliki kemasan bawaan maka sebaiknya jangan dibongkar. Sertakan saja ke dalam box kardus. Biasanya kemasan yang dibuat oleh pabrik telah mempertimbangkan keamanan dan juga berfungsi sebagai pelindung produk. Kecuali jika ada risiko benturan yang tinggi, akan lebih baik jika produk dikemas ulang.

6. Masukkan Produk Ke Dalam Box Kardus Berbahan Kuat

Setelah dikemas dengan aman, langkah selanjutnya dalam cara packing barang berbahan kaca adalah mengemas produk yang telah dilapisi ke dalam box kardus. Agar barang tetap aman selama masa transit, pilih box kardus yang memiliki material kokoh, sehingga tidak mudah penyok dan basah.

Sobat Shipper juga bisa menggunakan kardus beberapa lapis jika diperlukan. Mungkin cara packing ini akan sedikit menambah berat paket, tetapi ini lebih baik jika dibandingkan risiko jika produk harus sampai dalam kondisi rusak.

Pilih ukuran box yang paling sesuai. Tidak terlalu sempit, juga jangan terlalu besar. Harus diingat bahwa produk berbahan kaca tidak boleh langsung menyentuh permukaan samping, atas, bawah, serta bagian sudut dari box kardus. 

7. Isi ruang kosong pada box kardus

Jika masih ada ruang yang kosong pada box kardus, maka isilah celah tersebut dengan bubble wrap, styrofoam, kain, potongan kardus atau gulungan kertas. Bantalan udara bisa menjadi pilihan terbaik.

Selain efektif menghambat benturan, berat bantalan udara yang ringan juga tidak akan membebani total berat paket. Sebisa mungkin jangan sisakan ruangan kosong di dalam box kardus, untuk meminimalisir terjadinya guncangan selama paket dalam proses pengiriman.

8. Lakukan Uji Goyang dan Kompresi

Untuk memastikan bantalan pengisi rongga kosong sudah cukup, Sobat Shipper dapat melakukan uji goyang. Ini adalah cara untuk memastikan bahwa isi paket tidak akan bergerak dan bergoncang selama masa pengiriman. 

Caranya adalah dengan menggoyang box kardus paket. Jika tidak suara atau benturan dari isi paket, maka cara packing yang Sobat Shipper lakukan sudah aman. Selain itu, periksa juga potensi box kardus mengalami lekukan  atau penyok selama di perjalanan.

Agen ekspedisi tentu tidak hanya menangani paket yang Sobat Shipper kirimkan. Sehinga risiko barang bertumpuk dengan paket lain sangat besar. Jika karton kurang kuat, tekanan yang didapatkan pada akhirnya dapat merusak isi paket.

Oleh karenanya lakukan juga uji kompresi dengan menekan bagian tutup paket. Jika lekukan permukaan karton masih sangat dalam saat dilakukan tekanan, maka sebaiknya isi kembali ruang yang kosong dengan bantalan untuk menghentikan kompresi.

9. Segel Paket dengan Kuat

Tidak kalah penting dalam cara packing adalah menyegel paket dengan erat dan rapat menggunakan lakban. Ini dilakukan setelah paket lulus uji goyang dan kompresi. Jangan biarkan ada celah terbuka untuk mencegah packing ekspedisi jebol. Kesalahan dalam menyegel paket bisa menyebabkan barang pecah dan hancur dalam perjalanan.

Maka dari itu, memilih lakban juga tidak bisa sembarangan. Pilih lakban yang dapat merekat kuat dan tidak mudah putus. Jangan memilih perekat yang terlalu tipis atau mudah lepas. Saat ini, ada juga lakban air (water-activated tape) atau gummed tape. Produk ini akan merekat sangat kuat saat membungkus box kardus untuk barang pecah belah. 

10. Packing Kayu Untuk Barang Kaca yang Berharga

Jika produk pecah belah yang Sahabat Shipper kirimkan merupakan barang berharga, seperti misalnya kristal atau keramik, sebaiknya tambahkan packing kayu. Penambahan packing kayu di luar box kardus dapat meningkatkan proteksi kompresi dari risiko paket jebol atau rusak karena penumpukan.

Packing kayu bisa dilakukan sendiri atau meminta bantuan pada agen pengiriman. Sobat Shipper mungkin akan dikenakan tambahan biaya untuk pengemasan paket dengan packing kayu.

11. Tempelkan Stiker yang Sesuai

Tidak ketinggalan dalam tips packing barang yang terakhir adalah menempelkan stiker peringatan yang sesuai. Sobat Shipper bisa menggunakan stiker bertuliskan “fragile”, “awas pecah”, “handle with care”, “jangan dibanting”, atau gambar gelas retak. Untuk mencegah paket disimpan terbalik, tempelkan stiker yang menunjukkan posisi bagian atas paket.

Stiker bisa ditempelkan sendiri atau ditambahkan oleh pihak ekspedisi. Ungkapkan dengan jujur isi paket yang akan Sobat Shipper kirim. Dengan demikian, paket akan ditangani secara tepat oleh agen ekspedisi hingga sampai di alamat tujuan.

Penanganan oleh agen ekspedisi merupakan hal yang tidak kalah penting dari cara packing mudah pecah, Oleh karena itu, percayakan pengiriman paket pada agen ekspedisi terpercaya seperti Shipper. Selain menawarkan berbagai jasa layanan untuk kebutuhan ekspedisi, Shipper juga bisa menjemput paket tanpa biaya tambahan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi websitenya di shipper.id!