6 Cara Mudah Menata Stok Barang Agar Warehouse Fulfillment Tetap Rapi

0
977

Buat sebagian besar pebisnis, memiliki warehouse fulfillment memberikan jaminan keamanan untuk menyimpan stok barang mereka. Kamu bisa menaruh barang-barang yang bakal dikirim ke pelanggan di satu titik, sekaligus melakukan proses fulfillment lain seperti pengemasan dan pengiriman barang. 

Namun, kamu juga harus memperhatikan pengelolaan barang. Kalau kurang hati-hati mengatur penyimpanannya, risiko seperti barang tertukar sampai keterlambatan pengiriman pasti bakal sering terjadi. Lantas, bagaimana caranya supaya stok barang tertata rapi?

1. Merapikan Penyimpanan Inventaris

Salah satu cara mudah buat mengatur barang di warehouse fulfillment adalah merapikan penyimpanan inventaris. Siapkan rak khusus untuk meringankan tugasmu dalam memisahkan barang sesuai kategori. Perhatikan juga jarak rak stok barang dengan area pengemasan dan pengiriman. Bakal lebih bagus kalau kamu menempatkan stok barang terlaris atau best-seller di sekitar area ini. Dengan merapikan penyimpanan inventaris berkala, kamu bakal jarang menemukan kerusakan pada barang.

2. Menyiapkan Forecast Persediaan Barang

Untuk membantu penataan warehouse fulfillment, ada baiknya kamu siapkan forecast persediaan barang. Hitung perkiraan jumlah stok barang yang harus kamu tambahkan dalam jangka waktu tertentu, lalu catat dalam software atau aplikasi. Kadang, forecasting terasa rumit bagi sejumlah pebisnis, terutama kalau kamu menjual macam-macam barang. Kamu bisa menyiasatinya dengan menyediakan stok barang di warehouse fulfillment sesuai jumlah yang terjual di periode sebelumnya.

Baca juga: Keuntungan Memiliki Gudang untuk Simpan Logistik Kantor yang Perlu Diketahui

3. Memberikan Label Atau Kode Pada Barang

Memberikan label atau kode pada barang bukan cuma memudahkan kamu menemukan barang. Kode atau label akan membantu karyawan yang bekerja di tempat warehouse fulfillment saat pelanggan menanyakan produk tertentu. Sebagai contoh, saat ada yang menanyakan pakaian berlabel UI hitam, kamu bakal langsung mencari kode yang bersangkutan. Bayangkan kalau kamu tak menyediakan label pada barang, pasti bakal repot saat menghadapi tingginya pesanan yang masuk, bukan?

4. Memisahkan Stok Barang Baru dengan yang Lama

Selain memberikan kode atau label, memisahkan stok barang baru dengan yang lama juga sangat penting dalam pengaturannya di warehouse fulfillment. Dengan cara ini, kamu bakal lebih cepat menghitung stok barang dan menyiapkan pengemasan hingga pengirimannya. Kalau sampai stok barang tercampur, pelanggan bisa saja menerima pesanan yang tak sesuai dengan kebutuhan mereka. Akibatnya, layanan bisnismu bakal dianggap payah.

5. Mengecek Stok Barang Secara Berkala

Jarang menerima keluhan atau masalah pada bisnis memang melegakan. Akan tetapi, jangan sampai kamu mengabaikan pengecekan stok barang. Dalam pengelolaan warehouse fulfillment, pemeriksaan yang terjadwal malah bakal membantumu menemukan masalah-masalah kecil yang sering terabaikan. Misalnya, mendapati barang yang cacat atau kedaluwarsa. Dengan begitu, kamu bisa segera ganti dengan stok yang baru di warehouse fulfiilment.

6. Rutin Melakukan Pencatatan Barang 

Dalam manajemen warehouse, pencatatan persediaan stok barang berdampak besar terhadap kelancaran bisnismu. Jadi, jangan malas mencatat barang yang masuk, pindah, maupun keluar. Kamu juga bakal lebih cepat melakukan stok opname sesuai kebutuhan buat mencegah habisnya persediaan barang saat permintaan sedang tinggi. Pencatatan pun akan menunjang proses evaluasi dan analisis bulanan untuk mengembangkan bisnis.

Sebagai penyedia warehouse berpengalaman, Shipper bisa kamu jadikan partner bisnis buat memudahkan pengelolaan fulfillment, lho! Shipper yang mempunyai gudang-gudang sesuai standar di berbagai kota di Indonesia bakal memastikan stok barangmu tetap terjaga baik sebelum dikirim. Kalau penasaran sama layanan warehouse fulfillment Shipper, silakan kunjungi https://shipper.id/warehouse


Baca juga: Kesalahan Pengelolaan Barang di Warehouse yang Wajib Kamu Hindari