Bagaimana Menentukan Harga Jual Produk Agar Laris dan Untung?

0
48

Sobat Shipper, menentukan harga jual produk ternyata tidak bisa sembarangan. Terutama bagi pebisnis pemula perlu tahu harga jual produk yang ideal untuk pelanggan. Ingin untung banyak tidak selalu dengan memasang harga tinggi. Harga terlalu tinggi justru bisa membuat pelanggan kabur. Sedangkan harga terlalu rendah bisa berisiko bisnis merugi. 

Harga jual produk yang tepat sangat penting karena berpengaruh terhadap untung rugi bisnis dan termasuk cara menarik target pelanggan. Mari simak lebih lanjut cara menentukan harga jual produk agar laris dan untung!

1. Metode Markup Harga

Cara menghitung harga jual produk yang cukup umum dipakai penjual adalah dengan melakukan markup dari harga beli atau modal menggunakan persentase keuntungan. Setelah menentukan harga jual Sobat Shipper bisa mengecek harga di pasaran atau harga brand kompetitor untuk menganalisis apakah harga jual sudah ideal atau belum.

Misal kamu ingin menjual sebuah pakaian dengan markup harga 25% dari harga modal. Harga modal satu pakaian yaitu Rp50.000. Cara menghitungnya adalah sebagai berikut:

  • Harga Jual produk = Harga Modal + (Harga Modal x markup %)
  • Harga jual produk = Rp50.000 + (Rp50.000 x 25%) = Rp62.000

2. Metode Margin Harga

Cara menentukan harga jual yaitu metode margin. Ini cocok untuk Sobat Shipper yang sudah tahu harga jual rata-rata suatu produk. Misal kamu menjual pakaian seharga Rp100.000 berdasarkan harga pasaran dan modal pakaian tersebut yaitu Rp70.000. Hitung margin untuk menentukan apakah persentase keuntungan terlalu besar atau terlalu kecil.

  • Margin Harga = (Harga Jual Produk – Modal) / Harga Jual Produk
  • Margin Harga = (Rp100.000 – Rp70.000) / Rp100.000 = 0,3 atau 30%

3. Metode Keystone Pricing

Keystone pricing adalah salah satu cara menentukan harga jual dengan menaikkan 2 kali lipat dari harga modal atau marginnya sebesar 100%. Metode ini cocok untuk pebisnis besar dengan pelanggan banyak dan loyal. Biasanya dipakai perusahaan yang sering mengadakan diskon atau promo besar-besaran. Sebab, walaupun produk tersebut turun harga jauh dari harga modal perusahaan tidak akan mengalami kerugian yang signifikan. 

4. Metode Value Based Pricing

Menghitung harga jual produk selanjutnya adalah dengan metode value based pricing. Penjual memberikan harga dengan mempertimbangkan nilai suatu produk untuk pelanggan. Cara yang dilakukan bukan melalui perhitungan angka tapi dengan riset pasar terhadap calon pelanggan. Penjual perlu jeli melihat kemampuan beli target pelanggannya dan bagaimana nilai produk yang ditawarkan. 

Dalam penerapannya metode value based pricing efektif untuk brand besar. Pembeli tidak keberatan membayar mahal suatu produk ketika kualitas dan nilainya sudah pasti bagi mereka. Value based pricing juga sering kali dipakai untuk memberi harga pada produk yang langka, semakin langka maka semakin mahal. 

Sobat Shipper, dalam menghitung harga jual produk perlu memastikan harga tersebut sesuai dengan kualitas produk dan kemampuan beli target pelanggan. Jadi, dalam menentukan harga jual tidak semata mencari keuntungan besar saja. Harga jual ideal dapat mendatangkan lebih banyak pelanggan dan meningkatkan keuntungan bisnis. 

Supaya bisnis makin untung, selalu memberi pelayanan terbaik untuk pelanggan dengan memberikan layanan pengiriman terbaik. Percayakan kebutuhan jasa pengiriman kepada Shipper! Dapatkan harga kompetitif dan banyak kemudahan untuk bisnismu, klik https://shipper.id