5 Cara Membuat Laporan Stok Barang Gudang yang Mudah dan Tepat

0
162
laporan stok barang

Mungkin Sobat Shipper tidak pernah mendengar tentang stock opname. Stock opname adalah kegiatan menghitung persediaan barang di gudang yang akan tertuang dalam laporan stok barang gudang. Umumnya kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti dan tepat saat melakukan akuntansi dan administrasi sebagai bagian dari kontrol internal. Sobat Shipper bisa melihat contoh laporan stok barang gudang untuk mencari tahu lebih lanjut.

Kegiatan ini tentunya akan memakan banyak waktu karena Sobat Shipper harus mengecek langsung kondisi stok di gudang. Oleh karena itu, Sobat Shipper harus mengatur waktu yang efisien untuk dapat melakukannya.

Sobat Shipper bisa menggunakan barcode karena mengurangi risiko kesalahan dalam pencatatan dan penghitungan stok. Stock opname 

Berikut adalah langkah-langkan cara membuat contoh laporan stok barang gudang yang bisa Sobat Shipper ikuti; 

Cara Membuat Contoh Laporan Stok Barang Gudang

Sobat Shipper bisa membuat laporan stok barang gudang sederhana dengan cara membuat kolom di Excel atau Google Sheets untuk melacak inventaris. Namun, ini tidak memungkinkan pembaruan otomatis dan hanya mewakili stok saat stock opname dilakukan. 

Praktik terbaik untuk pelaporan inventaris adalah menghubungkan sistem yang memanfaatkan rantai pasokan dan data pesanan pelanggan Sobat Shipper.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Sobat Shipper ikuti untuk membuat contoh laporan stok barang gudang sederhana yang memerlukan pembaruan manual; 

  1. Buat kolom untuk produk inventaris

Buat daftar produk yang ada di gudang menggunakan kolom vertikal. Hal ini harus dilakukan di level stock keeping unit atau SKU dan dapat dicatat sebagai nama SKU. Semakin banyak SKU yang Sobat Shipper miliki, semakin sulit dan memakan waktu.

  1. Buat kolom untuk deskripsi

Deskripsikan produk di kolom berikutnya. Kalau Sobat Shipper memiliki berbagai warna, ukuran, dan lain sebagainya, Sobat Shipper dapat memberikan lebih banyak konteks atau detail di sini untuk memvalidasi apa yang menjadikannya produk unik untuk tujuan pelaporan dan pelacakan inventaris.

  1. Tetapkan harga untuk setiap produk

Buat daftar harga setiap produk sehingga Sobat Shipper dapat dengan cepat mengeluarkan nilai total inventaris dan nilai setiap produk yang Sobat Shipper miliki, berdasarkan harga dan kuantitas. Tergantung pada bisnis yang dijalankan, Sobat Shipper mungkin perlu melacak pembelian atau biaya produksi secara terpisah dari harga jual. Penilaian stok juga dapat membantu Sobat Shipper untuk menghitung biaya penyimpanan persediaan.

  1. Buat kolom untuk sisa stok

Selanjutnya, tambahkan kolom untuk melacak jumlah unit yang saat ini tersedia. Kolom ini akan diperbarui dengan pesanan pembelian dan pesanan penjualan baru untuk memastikan jumlah akhir stok yang tersedia.

  1. Pilih kerangka waktu

Seberapa sering Sobat Shipper memutuskan untuk memperbarui laporan inventaris akan bergantung pada kebutuhan Sobat Shipper. Semakin tinggi volume penjualan, semakin sering Sobat Shipper harus memperbaharui laporan ini karena data jumlah total dan nilai dapat berubah dengan cepat.

Frekuensi juga akan tergantung pada seberapa banyak stok pengaman yang Sobat Shipper bawa. Kalau Sobat Shipper memiliki stok pengaman inventaris antara titik pemesanan ulang dan stok habis, Sobat Shipper bisa lebih jarang melakukan pembaharuan data. Ingatlah bahwa persediaan pengaman yang berlebihan akan menambah biaya operasi Sobat Shipper.

Contoh laporan stok barang gudang di atas bisa menjadi solusi sempurna untuk bisnis kecil dengan volume penjualan rendah. Kalau Sobat Shipper bisa mengawasi jumlah stok dan memperbarui cukup sering untuk akurasi, laporan berbasis spreadsheet adalah yang Sobat Shipper butuhkan. 

Kalau bisnis Sobat Shipper memiliki volume penjualan yang besar, menjual secara online melalui platform otomatis, atau berkembang pesat, mungkin contoh laporan stok barang gudang di atas bukanlah untuk Sobat Shipper.

Bagaimana pun cara Sobat Shipper melakukan stock opname, jangan lupa untuk selalu meningkatkan pelayanan terhadap pelayanan konsumen. Belum terlambat untuk berpartner dengan Shipper untuk meningkatkan kualitas penyimpanan barang. Silakan kunjungi https://shipper.id/warehouse buat mempelajari lebih lengkap layanan dari Shipper terkait pergudangan

Baca Juga : Memahami Pengertian Manajemen Gudang dan Mengapa Penting untuk Perusahaan