Ketahui Apa itu Sistem SKU Serta Keuntungannya untuk Kamu?

0
103

Bertambahnya generasi muda yang berprofesi sebagai wirausaha membuktikan kalau profesi ini semakin mudah buat dijalankan. Kamu bisa mengelolanya dari rumah, bahkan menjadikannya sebagai profesi sampingan. Namun, kamu juga harus mempersiapkan beberapa hal dalam pengelolaan produk, termasuk menyiapkan Stock Keeping Unit atau SKU.

SKU adalah sebuah metode penamaan untuk setiap produk yang bakal kamu tawarkan atau jual. Penerapannya sangat penting dilakukan meski jenis usaha yang dirintis masih berskala kecil. Dengan begitu, saat usahamu berkembang besar, kamu sudah lebih cekatan dalam mengatur label atau kode pada produk-produk berkat penguasaan fungsi SKU yang baik.

Bagaimana SKU bekerja dalam usaha?

Dari penjelasan singkat di atas, kamu mungkin bisa menebak SKU adalah cara efektif dalam mengidentifikasikan produk. SKU sendiri terdiri atas deretan angka yang dijadikan sebagai identitas produk dalam bentuk label.

Kalau dilihat sekilas, SKU bakal mengingatkanmu pada barcode, tetapi keduanya merupakan metode berbeda. Deretan angka yang digunakan dalam SKU usaha umumnya ditetapkan secara mandiri oleh produsen. Tujuannya adalah mencegah pemakaian angka yang sama pada produk yang berbeda. Dengan kata lain, setiap usaha atau toko bakal mempunyai SKU berbeda untuk setiap produk yang mereka pasarkan.

Baca juga: 6 Langkah Optimalkan Sistem Gudang untuk Bisnismu yang Bisa Dilakukan

SKU adalah kode angka yang bisa kamu pakai berdasarkan kategori produk. Sebagai contoh, untuk membedakan barang, kamu bisa mengklasifikasikannya menurut tipe, ukuran, dan warna. Kemudian, kumpulan kode tersebut dikumpulkan dalam sebuah pencatatan atau database. Jadi saat ada konsumen yang membutuhkan produk tertentu, kamu hanya tinggal menemukan kode yang sesuai dengan kriteria yang disebutkan.

Penerapan kode SKU usaha pun kadang digabungkan dengan metode pelabelan lainnya. Dalam Inventory Tracking, misalnya, kamu bakal menggunakan barcode scanner, barcode label, serta software dengan sistem yang sudah memuat pendataan stok barang. Kemudian dalam barcode label-nya, akan ada SKU yang ditempelkan pada stok barang, sehingga kamu bakal mudah melakukan pencarian.

Kapan sebaiknya kamu menerapkan SKU?

Walau punya peran krusial dalam sebuah usaha, SKU adalah kode yang sebaiknya kamu terapkan dalam kondisi yang tepat. Pasalnya, untuk beberapa kondisi, SKU kadang tak terlalu dibutuhkan. Misalnya saat jenis produk yang kamu jual belum terlalu beragam, sebab kamu masih bisa membedakan barang yang diminta konsumen tanpa pengodean.

Namun, kalau kamu sudah berencana menjual aneka produk, maka SKU harus diaplikasikan untuk kebutuhan inventaris. Cara yang kamu pakai untuk membuat sistem SKU pun dikembalikan lagi pada kebutuhan usahamu. Sebagai panduan dasar, berikut tip yang bisa diikuti mengingat SKU adalah metode yang bakal menjadi kompleks saat jumlah barang yang kamu jual terus bertambah.

  • Rancang petunjuk atau aturan yang akan membantumu membuat SKU. Langkah ini membantu karyawan mencari produk dan merapikan stok di gudang;
  • Meski kebanyakan SKU memakai kumpulan angka, kamu bisa mengombinasikannya dengan karakter lain seperti huruf, tetapi pastikan kodenya tetap pendek supaya mudah diingat;
  • Aplikasikan beberapa cara untuk menyertakan spesifikasinya. Antara lain merek, ukuran, tanggal pembelian, hingga lokasi gudang.

Bisa disimpulkan kalau SKU adalah cara yang bakal membantumu mengelola stok barang. Lantas agar prosesnya semakin efektif, pilih gudang atau warehouse dengan lingkungan kerja mendukung seperti yang ditawarkan Shipper. Di warehouse mereka, kamu bisa dengan tenang mengatur SKU dan menaruh barang sesuai labelnya. Silakan cek https://shipper.id.warehouse kalau kamu tertarik buat menyewa gudang dari Shipper!

Baca juga: 6 Cara Mudah Menata Stok Barang Agar Warehouse Fulfillment Tetap Rapi