Istilah Dalam Management Stok Barang

0
547
Management stok barang

Sobat Shipper, pada artikel kali ini kita akan berkenalan dan memahami betul istilah dalam stock management, yakni FIFO, FEFO, dan LIFO. Nah, ketiga istilah ini umum digunakan dalam prosedur inventory  management stok.

Dimana inventory management sendiri, atau dapat pula disebut sebagai pengelolaan terhadap persediaan, merupakan pengendalian yang dibentuk terhadap stok suatu barang.

Nah, hadirnya Inventory management ini dapat dilakukan dengan memberlakukan pengawasan terhadap berbagai aliran stok barang yang masuk dan keluar, mulai dari proses pembelian, proses penyimpanan, sampai ke titik perniagaan dilakukan.

Lalu… Seberapa penting sih, peranan ketiga metode ini dalam inventory management? Apa peranan yang dibawa oleh FIFO, FEFO, dan LIFO, untuk mengoptimalkan berjalannya operasional bisnis?

Berkenalan dengan Tiga Metode Pengelolaan Inventory Management

Sebelumnya sempat disinggung bahwa secara garis besar, ketiga istilah yakni FIFO, FEFO, dan LIFO dapat diartikan sebagai metode pengelolaan yang terdapat dalam prosedur inventory management.

Nah, dalam melakukan pengelolaan terhadap stok produk, berbagai bentuk  penanganan kompleks, efektif, strategis, dan sistematis diperlukan untuk mewujudkan operasional bisnis yang optimal. Perlu pembentukan analisis dan strategi yang matang dalam membuat penentuan terhadap masa simpan suatu barang berdasarkan ketahanannya.

Hal ini penting dilakukan agar penumpukan stok produk yang sudah tak layak jual dapat dihindari. Dimana produk-produk yang telah rusak, cacat, atau mengalami kadaluarsa ini  tidak boleh didistribusikan atau dikelola kembali menjadi bahan baku produksi produk. Oleh karenanya, Sobat Shipper harus tahu betul metode pengelolaan inventory yang nantinya akan diberlakukan.

Setiap bisnis, tentunya harus mempunyai metode tersendiri terhadap inventory managementnya masing-masing. Karena tata kelola barang yang menerapkan metode keliru akan menimbulkan berbagai potensi buruk terhadap kualitas stok produk, produk yang dihasilkan, serta brand suatu produk.

Menjadi tiga metode pengelolaan inventory management yang saat dihadirkan. Berikut ini, kita akan berkenalan terlebih dahulu dengan apa itu FIFO, FEFO, dan LIFO.

1. FIFO (First In First Out)

Memiliki kepanjangan First In First Out adalah sebuah metode pengelolaan terhadap management inventory, yang dilakukan dengan cara menggunakan stok produk yang relevan dengan waktu masuknya. Nah, stok produk yang terdapat di awal atau pertama kali masuk dapat dikatakan sebagai stok produk yang seharusnya pertama kali keluar.

Mengapa demikian? Hal tersebut perlu dilakukan agar inventory produk yang terdapat di awal dapat sesegera mungkin dijual atau dikelola agar tidak mengalami kerusakan atau kecacatan. Hadirnya metode yang satu ini dinilai  membantu pengelolaan inventory management dalam gudang penyimpanan.

Umumnya metode yang satu ini juga diterapkan untuk mempermudah pebisnis dalam menetapkan Harga Pokok Penjualan atau HPP. Jadi, metode inventory management ini diselaraskan dengan hadirnya pemasukan yang harus sama atau sebanding dengan hasil penjualan dari stok produk yang pertama kali masuk. 

Antara lain berbagai jenis bisnis yang dapat merealisasikan metode First In First Out ini adalah bisnis yang bergerak dalam pengelolaan di bidang obat-obatan, makanan, minuman dan berbagai produk lain, yang memiliki masa kadaluarsa.

2. FEFO (First Expired First Out)

Selanjutnya adalah metode FEFO atau First Expired First Out. FEFO artinya sebuah metode dalam inventory management yang bekerja dengan cara mengoptimalkan barang yang memiliki tenggat kadaluarsa terdekat, agar semakin cepat keluar dari tempat penyimpanan.

Dapat dikategorikan sebagai metode pengelolaan yang efektif, hadirnya FEFO ini akan membantu pebisnis untuk mencegah adanya penyimpanan stok produk yang nyaris kadaluarsa. Masih sama dengan metode FIFO, hadirnya metode FEFO juga dapat digunakan pada berbagai jenis bisnis yang umumnya bergerak dalam pengelolaan di bidang obat-obatan, makanan, minuman dan berbagai produk lain, yang memiliki masa kadaluarsa.

3. LIFO (Last In First Out)

Lain halnya dengan FIFO metode LIFO adalah metode yang memiliki kepanjangan Last In First Out. Merupakan sebuah metode pengelolaan stok barang yang memiliki cara kerja berbanding terbalik dengan FIFO. Dengan menerapkan metode ini, inventory management direalisasikan dengan cara menjadikan barang yang terakhir kali memasuki tempat penyimpanan atau gudang, sebagai barang pertama yang keluar untuk dijual.

Hadirnya metode LIFO ini bertujuan untuk memanfaatkan waktu tertentu agar dapat meraup sejumlah benefit atau keuntungan. Misalnya saja, penerapan metode ini dapat kita lihat pada bisnis fashion yang tengah mengeluarkan stok model pakaian terbarunya dari gudang penyimpanan dikarenakan munculnya tren terbaru yang tengah menjamur di pasaran.

Keunggulan Masing-masing Metode Pengelolaan

Nah, jika sebelumnya Sobat Shipper telah mengenali definisi, perbedaan, dan peranan tersendiri yang dimiliki oleh metode-metode pengelolaan tersebut, selanjutnya kita akan memasuki pembahasan mengenai keunggulan dari masing-masing metode pengelolaan.

Diantaranya keunggulan yang bisa pebisnis dapatkan, dari penerapan masing-masing metode pengelolaan adalah sebagai berikut.

1. FIFO, Mengoptimalkan Operasional Bisnis dan Meminimalisir Penyimpangan

Hadirnya metode FIFO atau First In First Out, menyajikan berbagai keunggulan yang bisa didapatkan oleh para pelaku usaha. Diantaranya adalah operasional bisnis yang dapat berjalan dengan optimal, dan penyimpangan stok barang yang dapat diminimalisir.

Dengan memilih metode FIFO data keuangan yang telah diperoleh, memiliki kecenderungan untuk sulit dipalsukan atau dimanipulasi. Tak hanya itu, hadirnya metode ini juga dapat menghasilkan harga pokok yang relatif rendah, dan dapat menekan resiko kerusakan.

2. Meningkatkan Efisiensi Bisnis dengan Metode FEFO

Berikutnya adalah metode pengelolaan FEFO yang dapat meningkatkan efisiensi bisnis dan mengurangi resiko kerugian. Dengan adanya metode FEFO inventory management juga mudah untuk dilakukan. Begitupun dengan laba penjualan yang dapat dimanfaatkan sesuai perkembangan tren.

3. LIFO, Kemudahan dalam Membuat Perbandingan

Last In First Out (LIFO) menjadi metode pengelolaan inventory yang dapat memudahkan pebisnis dalam membuat perbandingan terhadap besaran biaya dan pendapatan yang telah diperoleh. Nah, dengan memilih metode pengelolaan yang satu ini, Sobat Shipper juga dapat memperoleh laba operasional yang tidak terpengaruh inflasi atau fluktuasi harga.

Jadi, Siapa yang Lebih Unggul?

Jadi siapa yang lebih unggul? Yang mana diantara ketiga metode ini, dapat menjadi metode unggul dan terbaik untuk diterapkan dalam bisnis yang tengah Sobat Shipper jalankan.

Baik FIFO, FEFO, maupun LIFO memang memiliki keunggulannya masing-masing. Namun, jangan salah. Ketiga metode pengelolaan inipun juga mempunyai kekurangan atau kelemahannya masing-masing.

Misalnya saja pada metode FIFO, dengan menerapkan metode ini, beban pajak yang dikenakan kepada pemerintah umumnya lebih tinggi. Laba yang diperoleh pun terkadang kurang akurat, dan umumnya perbedaan antara modal dan keuntungan cenderung besar.

Sedangkan pada metode FEFO, umunya pendataan stok produk berlangsung  lebih sulit karena berkebalikan dengan aliran inventory produk  dalam penyimpanan. 

Dan yang terakhir adalah LIFO. Hadirnya metode yang rumit ini, pada akhirnya membuat biaya pembukuan bersifat lebih tinggi. Keuntungan yang didapat pun juga relatif rendah.

Nah, Sobat Shipper itu dia berbagai metode pengelolaan yang telah kita kupas tuntas mulai dari definisi, keunggulan, sampai kelemahan. Oleh karenanya pastikan kamu menentukan metode pengelolaan yang baik dan relevan ya…

Yuk, cek informasi mengenai platform Atoor sebagai platform omnichannel terintegrasi, yang dapat membantumu dalam mengelola operasional bisnis. Lihat informasi selengkapnya di Shipper.id!