TAWARKAN SOLUSI LOGISTIK DIGITAL, SHIPPER TOPANG ECOMMERCE dan UMKM PADA MASA PPKM DARURAT

0
27

Menyikapi pemberlakuan PPKM Darurat, Shipper Indonesia, perusahaan teknologi penyedia jasa agregasi logistik dan pergudangan, turut berkontribusi dalam mendorong transformasi digital sektor logistik guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Budi Handoko, Co-founder sekaligus COO Shipper Indonesia, saat menjadi pembicara dalam Bisnis Indonesia Economic Outlook 2021, yang diselenggarakan secara daring, pada Rabu (7/7).

Acara yang  dihadiri oleh  Menteri keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, Direktur Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, serta beberapa pemangku kepentingan dan juga akademisi, secara umum membahas mengenai prospek dan tantangan pemerintah dan para pelaku usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Indonesia di masa pandemi, terutama melalui industri e-commerce.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menyampaikan bahwa proyeksi nilai transaksi e-commerce pada tahun 2030 mencapai Rp 1.908 triliun. “E-commerce akan menguasai lebih dari 34% pasar digital Indonesia pada 2030, yaitu Rp 1.908 triliun. Diikuti juga oleh industri yang mengiringinya seperti layanan Business to Business (B2B) sebesar Rp 763 triliun yang termasuk di dalamnya kegiatan logistik dan supply chain. Ini adalah layanan-layanan yang akan membuka mata rantai tersendiri bagi ekonomi digital kita”, ungkap Muhammad Lutfi dalam pemaparannya.

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada kuartal II tahun ini tidak dapat berkembang sesuai prediksi. Bahkan, pemerintah telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 hanya berada di angka 3,7%-4,5%, atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang mencapai angka 4,5%-5,3%. 

Namun transaksi perdagangan elektronik (e-commerce), justru mengalami tren kenaikan yang positif. Berdasarkan data transaksi perdagangan elektronik yang dirilis oleh Bank Indonesia, nilai transaksi pada tahun 2021 diperkirakan mencapai Rp 337 triliun, atau naik 33% dari tahun 2020 yang berada di angka Rp 253 triliun. Salah satu penyebab utamanya adalah, pergeseran perilaku transaksi dari offline ke online yang semakin cepat di masa pandemi Covid-19.

Situasi tersebut, juga didorong dengan diterapkannya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa dan Bali, sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli mendatang. Kebijakan ini diprediksi akan berpengaruh signifikan terhadap transaksi jual-beli online. Shipper menilai sektor ecommerce telah menjadi salah satu penopang penting bagi kegiatan ekonomi nasional, khususnya bagi pelaku UMKM yang tidak dapat beroperasi secara offline.  

Pesatnya pertumbuhan e-commerce tentunya telah menciptakan peluang sekaligus tantangan besar dalam dunia logistik. Nilai Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce Indonesia, diprediksi akan tumbuh dari US$32 miliar menjadi US$83 miliar pada tahun 2025. Peningkatan tersebut berbanding lurus dengan peningkatan arus barang yang membutuhkan layanan logistik. Namun, model bisnis logistik nasional yang masih konvensional dan terfragmentasi, masih menjadi kendala utama yang harus diselesaikan oleh para pemangku kepentingan.

“Peluang dan tantangan tersebut mendorong kebutuhan sektor logistik yang lebih efisien. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, pelaku bisnis, serta akademisi untuk membangun ekosistem digital yang adaptif untuk mempercepat transformasi digital sektor logistik,” ujar Budi Handoko dalam paparannya. 

Shipper memperkirakan kebijakan PPKM Darurat akan membuat permintaan pengiriman barang kebutuhan pokok dan jasa logistik secara keseluruhan terus meningkat. Dalam mengantisipasi hal tersebut, perusahaan senantiasa mengembangkan solusi logistik digital end-to-end mulai dari pergudangan pintar, line haul, pengiriman first mile dan last mile, serta pengiriman internasional. Shipper Indonesia memberikan keunggulan dalam teknologi, kecepatan, dan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. 

Dalam menopang ecommerce, Shipper menyediakan layanan integrasi Application Programming Interfaces (API) yang dapat menghubungkan para penjual online dalam situs ecommerce ke berbagai layanan logistik dalam satu platform. Sebagai contoh, sejak Februari 2021 Shipper bekerja sama dengan Facebook Marketplace untuk menyediakan integrasi layanan pengiriman bagi pengguna Facebook Marketplace yang disertai dengan promosi gratis ongkos kirim dan layanan penjemputan paket secara cuma-cuma tanpa minimum order.

Selain itu, Shipper Indonesia juga menawarkan solusi  sederhana kepada salah satu mitra pentingnya yaitu UMKM. Shipper memberikan layanan penjemputan paket tanpa biaya dan dapat bebas memilih berbagai macam layanan logistik yang dibutuhkan. Melalui kegiatan Shipper Seller Series yang diadakan hampir setiap minggu, perusahaan mengadakan sesi-sesi pelatihan dan pendampingan virtual bagi komunitas pedagang online dan UMKM guna meningkatkan kapasitas bisnis mereka.

Melalui pendekatan berbasis data, teknologi, dan aset ringan, Shipper Indonesia mengutamakan prinsip “sharing economy” untuk bermitra dengan para pelaku usaha logistik sehingga dapat mengurangi fragmentasi pasar yang terjadi pada sektor logistik di Indonesia. “Shipper bertekad untuk membangun jaringan logistik yang terintegrasi dengan berkolaborasi bersama mitra-mitra kami melalui teknologi dan data. Harapan kami untuk dapat menekan biaya logistik 15 hingga 20%. Selain itu, Shipper Indonesia dapat membantu menghemat waktu dalam mengelola layanan logistik untuk pelaku usaha. Dengan berbagai kemudahan tersebut, pelaku UMKM dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan mereka, terutama dalam masa pandemi COVID-19 dimana transaksi jual-beli online meningkat cukup pesat”, tutup Budi Handoko.